Pages

Showing posts with label Movie Review. Show all posts
Showing posts with label Movie Review. Show all posts

Monday, January 30, 2017

Intermezzo // 07

I am in a coffee shop right now. 

I have just whipped off a bowl of pork donburi while waiting for a friend of mine to arrive here. As I am writing right now, I am secretly hoping that my laptop's battery will not die so soon because their source of electricity is too limited. The place is really nice though. 

Anyhow, here is a quick update before I get into writing the more serious and longer posts later.


1. I am on leave from work for a couple of days from last Thursday up to today. Ah, how nice is it to stay up late, laze around, curl up on the bed, work on personal stuffs and just generally be there for my own self.

2. One of the reasons I took leave was because of the Chinese New Year celebration. I did not really go anywhere though, but I took time to clean up my house slowly ((part of working on my 2017 resolution)), send parcels to family friends and visit my extended family.

3. I finished watching Weightlifting Fairy Kim Bok Joo ((pictured above)) and they are the CUTEST thing on dramaland, omg. It has been a while since I finished watching drama and felt so satisfied. I feel like I want to rave about everything about Kim Bok Joo, but alas, I need to write about something else first.

4. I also finished watching Goblin. I have a mixed review towards this drama, It is bearable but I do not like it as much as how it get so hyped.

5. I found out about this Adobe Creative Residency, it's a very amazing program and I really really wish I could join. But for now, they are only open for US, Canada and Germany residence. I wish they would expand to Asia and especially Indonesia in the future. The competition must be very tough I know, but at least it can be a good experience to apply for it.

6. A blog that I have been reading for a long time, A Beautiful Mess, is opening up a job for contributor writer. It is said that applicants can work remotely. But then again, should I or should I not give it a try?

7. I have been playing this game called SuperStar SM Town religiously. Haha! It's a fun music tapping game with music from SM Town artists. They also have this card grading system and special events which made a lot more fun!

8. Have you heard the new album from Akdong Musician? The songs are all adorable, I love them even more now. My favorite from the "Winter" album is the song "Reality", watch the live performance here.

9. Now that I think about it, I have also finished the drama Age of Youth. It is an intriguing drama that showcased the dynamic friendship of girls who were once strangers who turned into roommate. I love how the characters are so different but still complement each other. I also love how the friendship of the girls is more highlighted than the love story.

10.Last but not least, La La Land. I don't know what's wrong with me and hyped stuffs. It might be because I came in the cinema with high expectation, unlike when I came to watch Cek Toko Sebelah. I spent the first half of the movie wondering, which part of this movie that made people get so hyped about it. I knew it was wrong of me to come up with high expectation, but can't help it right, when everyone is talking about it.

I did love the visual though. The colors, the costume, the scenery, they are all soooo awesome. The songs are fitting with the story and Emma Stone, dang, you are one fine actress! But when I was there watching the movie and when the scene hit The End, I was like ??? I swear right there and then, that I can not comprehend how I actually felt about this movie. It is a good-to-watch movie especially with the beautiful visuals, but other than that, I am not very sure.

That's it for the Intermezzo. This somehow ended up as the compilation of movies, dramas, and stuffs that I have enjoyed as of lately. But that's the point of Intermezzo, isn't it? Haha.

'Til next time! 

Tuesday, January 03, 2017

"Cek Toko Sebelah" - Sebuah Film yang Memang Pantas untuk Kamu Cek


Kalau biasanya kalian baca soal saya menggila-gila soal drama Korea entah itu di blog ini, Twitter atau Path saya, hari ini saya menggila soal sesuatu yang berbeda. Kali ini saya mau cerita soal film Indonesia.

Sejujurnya, saya adalah tipe orang yang cukup skeptikal kalau masalah film Indonesia. Di satu sisi, ada keinginan untuk mengapresiasi para pegiat film di Indonesia. Tetapi di sisi lain ada kekhawatiran kalau saya akan merasa kecewa, dan sorry to say, merasa rugi sudah buang waktu dan uang untuk menontonnya.

Karena itu, saat kemarin memutuskan film “Cek Toko Sebelah”, saya pun memutuskan untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi. Saya sudah membaca beberapa pendapat dari teman-teman yang memang sudah nonton dan mengakui kalau film ini memang bagus dan relatable. Tapi saya pun tetap masih skeptis. Apa iya film-nya bisa memenuhi ekspektasi saya?

Friday, May 06, 2016

Rangga dan Impian Masa Remaja



Beberapa minggu terakhir, sedang semangat-semangatnya menulis. Kalau tidak sempat menulis disini, saya selalu menulis di caption Instagram, di moment Path, di Twitter atau paling banter di kepala. Duh, kalau di kepala sih sudah banyak sekali yang ingin ditulis, tapi saking banyaknya, harus menunggu satu per satu.

Beberapa hari yang lalu, saya nonton Ada Apa dengan Cinta  (AADC 2?), sebuah film yang sudah sempat vakum 14 tahun lamanya. Hm, apa ya istilahnya, bukan vakum sih. Saat AADC pertama muncul, saya masih umur 8 tahun. Saya nonton beberapa tahun kemudian, saat SMP sepertinya, atau SMA ya? Sepertinya nonton di televisi sih, karena saat itu internet belum secepat dan semudah sekarang.

Waktu saya menonton, dan mencapai bagian ending-nya, yaudah saya cuma bisa berangan-angan Cinta dan Rangga pada akhirnya bisa bersatu. Semakin saya besar, saya rasa ya sudahlah, mungkin Cinta sama Rangga itu cuma cinta monyet. Setelah Rangga ke New York dan Cinta tetap di Jakarta, yaudah jalanin hidup masing-masing, atau mungkin sempet jalan sebentar tapi Cinta-nya nggak tahan LDR-an.

Tapi kemudian dua tahun yang lalu, LINE dengan brilian-nya ngumpulin Geng Mading sama Rangga lewat fitur LINE Alumni dan mempertemukan Cinta sama Rangga. Saya rasa, film pendek itu turut berkontribusi besar untuk meningkatkan hype-nya AADC lagi. Mulailah banyak orang yang menonton ulang AADC ((termasuk saya)) dan mulailah banyak orang yang mempertanyakan gimana kelanjutan kehidupan asmara Cinta dan Rangga. 

14 tahun. Setelah 14 tahun lamanya, barulah akhirnya kita mengetahui bagaimana kelanjutan kisah mereka. Saya nggak mau bilang akhir kisah karena, bisa saja kisah itu terus berlanjut, dalam bayang-bayang di kepala kita atau mungkin bayang-bayang produser lain yang bermaksud menggarap spin-off ceritanya.

Saya nggak mau terlalu banyak bahas tentang film-nya, tapi saya mau bilang satu hal, saya suka. Meskipun ada beberapa part yang missing dan saya pertanyakan, tapi saya tetap suka. Semua karakternya masih sama, sifat mereka dari SMA tidak banyak yang berubah dan senangnya karena semua pemainnya tetap sama. Sedihnya karena cerita AADC2 dan AADC di LINE nggak berkesinambungan. Saya pikir bakal ada korelasinya, tapi ternyata lebih seperti ada parallel world gitu. AADC 12 tahun kemudian versi LINE dan AADC2 14 tahun kemudian versi produser aslinya.

Meskipun Rangga sosoknya galau abis-abisan, dan Cinta anaknya drama banget ((mungkin bisa jadi itu yang bikin mereka cocok ya haha)), tapi sejujurnya Rangga itu tipe lelaki yang memikat saya. Rangga yang dulu SMA maupun Rangga yang kini sudah lebih tua.

Saya selalu bayangin kalau suatu saat nanti jalan dengan pasangan ke tempat-tempat yang nggak biasa seperti itu. Pergi ke pasar buku bekas dan hunting buku bareng ((walaupun beda genre)), pergi ke galeri dan bahas soal karya-karya disana, pergi ke kedai kopi sambil duduk lesehan leyeh-leyeh, travelling ke tempat yang nggak biasa untuk mengejar matahari terbit, menonton pertunjukkan teater, dan hal-hal absurd lainnya yang lebih dari sebatas pergi ke mal atau kafe atau bioskop seperti umumnya anak muda jaman sekarang.

Tapi sampai sekarang, kok belum ya saya ketemu lelaki macam Rangga yang rasanya bakal nyambung banget kalau saya ajak pergi kemana-mana dan ngobrolin ini itu ((minus K-pop mungkin, kayaknya dia bakal mencibir dan menertawakan saya haha)). Apalagi saya bayangin kalau kita ke acara bazar buku macam Big Bad Wolf bareng-bareng, waaaah, kayaknya kita bisa kalap dan gila sama-sama deh HAHAHA.

yaudah tuh kan, saya ujung-ujungnya mengawang-awang dan bermimpi-mimpi menemukan sosok semacam Rangga minus kegalauan dan ke-cool-annya yang berle. haha. tapi sumpah ya, saya bakal girang banget kalau orang kasih saya hadiah puisi yang dia tulis sendiri, dibandingkan beliin barang aneh-aneh yang fancy dan ujungnya nggak terpakai. Saya anaknya terlalu sentimentil sih :')

Tambahan lagi, saya suka banget sama soundtrack AADC2 ini. Melly Goeslaw memang kalau bikin soundtrack film itu, keren-keren sekali ya. Terus yang musik rap di Jogja itu, waaah, baru pertama kali menderngar musik upbeat tapi menggunakan bahasa daerah dan menurut saya menarik banget.

Gimana menurut pendapat teman-teman yang sudah pada nonton AADC2? Do you like it?